Omong-omong soal kecolongan, betul-betul Pemerintah sudah jebol kuadrat.
Bagaimana tidak? Sudahlah dibikin malu karena tidak bisa menjaga ketentraman ekspatriat. Eh, malah segelintir santri berhasil dicuci otaknya oleh penyusup asing untuk dijadikan kurir bunuh diri.
Santri itu punya masa depan, merekalah yang akan membangun ketahanan mental anak didiknya kelak yang akan ditrularkan ilmu yang didapatnya dari pesantren dan akan menjadi juru dakwah yang mumpuni, karena bekal pengetahuannya didapat dari Pesantren.
Kasihan masa depan Pesantren kalo ‘citra buruk’ terus yang diperolehnya.
Tidakkah Pemerintah melihat sendiri kelemahannya? Itu bukan tugas Presiden … melainkan tugas pak Menteri Agama!
Tolong pak Menteri Agama, itu adalah tugas Anda, silahkan …
No related posts.
Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.
Silahkan gunakan form di bawah ini untuk ikut berdiskusi. Semua komentar memerlukan approval admin sebelum ditampilkan.
betul…jampang…
Perlu diluruskan dan dibenahi pendidikan mengenai Jihad yang benar…
jangan sampai digunakan untuk tujuan yang tidak benar…
perlu diarahkan bukan dicurigai, kurikulumnya jg harus jelas.
menarik…
tp perlu diingat…ini bukan hanya mentri agama, justru presiden juga yg berpengaruh bsr…pemerintah sekarang banyak menyuburkan aliran sesat…ga berani tegas…
klo lo mau tau…gw di kalimantan…kepala depag disini, islam, haji, tp dia ngajukan diri jd panitia penyelenggara paduan suara gerejawi…(bukannya menyalahkan)…tp klo org islam dgrnya jd gimanaaaa gtu…
tuh…yg tingkat pemerintah kadinas gtu aja bs ky gtu..
gmana yg santri??
sekolah tinggi agama pun ga terlalu bs dipercayakan lg, bbrp thn lalu di sebuah IAIN di jawa barat(klo ga salah) wkt penerimaan mhsw baru…ada spanduk bertulis “SELAMAT DATANG DI AREA BEBAS TUHAN’…mrk berulang2 mengelu2 kan “anjing hu akbar…Allahhirrojim”
mhsw dgn bangga mmbuat skripsi dan thesis bertema “mengkritisi kebenaran Al Quran”
bs lo bygkan knp ini terjadi???
bs kah mentri agama menyelesaikannya?
Konspirasi
Manusia di Bumi dilanda Kebingungan dan kebingungan ini pernah ditimpakan pada orang – orang terdahulu… sebelum datangnya Rasulullah Muhammad SAW,
Ayat Al Qur’an :
26. Allah berfirman: “(Jika demikian), maka sesungguhnya negeri itu diharamkan atas mereka selama empat puluh tahun, (selama itu) mereka akan berputar-putar kebingungan di bumi (padang Tiih) itu. Maka janganlah kamu bersedih hati (memikirkan nasib) orang-orang yang fasik itu.”
Berantas korupsi ONH aja kagak becus! Gimana mau ngatasin yang demikian? Pesantrian oh pesantrian…
semuwa karena terbius janji janji bidadari surga
&&&
Salam sejahtera
Santri, harus dicurigai atau diarahkan?
Santri tidak baik dicurigai, supaya tidak menjadi kenyataan apa yang kita curigakan itu, bila demikian…..yang baik adalah santri dikasihi dulu, setelah itu baru diarahkan, supaya tidak dicurigai, supaya justru semakin dikasihi, lalu semakin dipermuliakan.
Iya mas, kasihan Indonesia jebol kuadrat, ayo kita jangan ikut buat jebolan baru. Ayo jadikan jebolan itu sebagai tanggul yang baru, untuk memperkuat rasa persatuan sebagai warga bangsa Indonesia.
Walaupun saya bukan santri, karena saya Kristen, maka tugas membuat bangsa ini semakin dipermuliakan adalah tugas saya juga. Saya suka mempermuliakan orang lain, supaya bangsa ini kuat. Saudarakah yang akan membantu saya, supaya kita saling memuliakan, bukan sibuk memuliakan diri sendiri, supaya orang yang imannya masih lemah tidak menjadi muak oleh sikap kita yang sibuk mempermuliakan diri sendiri, sehingga lupa Tuhan dan sesama.
Salam kasih, Tuhan memberkati kita semua. Amin
Baik anak ku !!
akan saya lakukan…
ehehehehehhehehe…
sudah dibilang ilmu yang diajarkan di pesantren tidak ada gunanya kok, kalau ada santri bisa dicuci otaknya untuk menjadi pengebom bunuh diri, berarti yang salah ajarannya atau santrinya, berarti ajarannya memang tidak benar, sehingga ada yang menjalankan bom bunuh diri, walaupun sudah dikatakan hal tersebut merupakan salah satu penafsiran agama yang salah.
saya se7… demi cinta…
Kamu benar, para santri di Indonesia memang hrus di arahkan supaya mereka tidak di manfaatkan oleh pihak-pihak yang ingin menghancurkan Indonesia, supaya agama Islam tidak di jadikan sebagai topeng oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
mungkin lebih baik bila kiyai pemimpin ponpes
harus memiliki sertifikat mengajar seperti guru2 PNS;
agar apa yg diajarkan kepada para santri dapat diawasi oleh pemerintah.
sungguh merugikan umat muslim sendiri
jika sampai tercipta label
pesantren = pabrik penghasil teroris.
kita tidak mau itu terjadi.