Banyak sekali diantara kita menyimpan benda-benda milik orang yang semasa hidupnya kita sayangi. Misal, benda kesenangan si mati, pakaian, surat-surat, dlsbg. Alasan umum, untuk kenang-kenangan. Kenyataannya, “koleksi” itu hanya tersimpan di sudut-sudut lemari. Jangankan tersentuh, terlihat pun jarang sekali.
Pertanyaan aku, benarkah perasaan sentimentil sesaat (karena ditinggal si mati yang kita sayangi) membuat kita tidak mau menerima kenyataan sehingga perlu meng “koleksi” benda-benda milik si mati ? Jika jawabannya tidak, apa sebenarnya tujuan menyimpan “koleksi” itu ?
Semoga teman-teman dapat membantu aku. Terima kasih, ya !
NB. Maksud aku benda-benda yang tidak memiliki nilai jual.
No related posts.
Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.
Silahkan gunakan form di bawah ini untuk ikut berdiskusi. Semua komentar memerlukan approval admin sebelum ditampilkan.
Hi,
anda benar, dengan menyimpan barang-barang tersebut maka kita masih memelihara KONTAK BATHIN dengan orang yg kita cintai, yang telah meninggalkan kita untuk selama-lamanya.
banyak orang beranggapan, dengan mengkoleksinya untuk jangka waktu lama sampai kita dapat melupakan, membuat rasa percaya diri kita kembali atas kehilangan tsb.
tetapi ada juga orang-2 yg tidakmau menyimpan dengan tujuan, menyimpan hanya memperpanjang kesedihan dsb.
jadi mereka langsung menyingkirkannya.
kita pada dasarnya sebagai manusia yg ” ber-adab ” toch masih menghormati orang-orang yg kita kasihi, meskipun mereka tidak lagi dapat tertawa, berbicara atau melakukan sesuatu berbagi rasa dan perbuatan dalam hidup kita didunia.
thnx
yg pertama mungkin, kita tidak mungkin “membuang” semua barang org yg meninggal i tu sesaat setelah dia pergi..
ya alasannya, karena kesibukan, masih banyak hal lain yg perlu diurusin, mungkin juga perasaan sentimentil itu pasti ada…
tp lama kelamaan, dg berjalannya waktu, ya pasti satu persatu barang tsb akan mulai “hilang”, entah krn kita sumbangkan k org yg membutuhkan, kita buang-buat yg rusak, dsb nya
tp pada intinya pasti adalah barang kenangan yg kita simpan, yg mengingatkan kita pada dia, palagi jika benda itu mengingatkan ita akan semangat/cintanya pada kita/keluarga…sesuatu yg mengandung nilai yg dapat kita ceritakan pada keturunan kita..:p
Emm…sebenarnya,saya tidak terpikir untuk menyimpan barang2 si mati kita tidak menerima kenyataan bahawa dia sudah pergi…tapi bagi saya,sya pasti merindukan ogr tersebut,saat menginggati kenangan manis @ pahit bersama dia..jadi sbg pengubat rindu saya akan melihat kembali barang2 peninggalanya…( sekiranya org yg sudah pergi itu benar2 kita sayang).Kerana bukan mudah untuk kita melupakan org yg kita sayangi,kenangan saja lah sebagai pengubat rindu kita…
Kebanyakan kita memang ‘nyusuh’…jujur aja, nggak usah barang orang yg kita sayang…disudut semua rumah, dikamar tertentu semua rumah, pasti akan kita temukan tumpukan barang tak berharga dibuang sayang dijual ngga laku, dipakai nggak guna/kuno
Nostalgia ? sentimentil ? nilainya apa ? padahal aku pernah denger, semua BARANG TAK BERMANFAAT semahal apapun dia, tapi tak berguna, maka ia akan menebarkan vibrasi/gelombang KETIDAK BERGUNAAN yang merugikan ..karena aura yg dimunculkannya negatif..
padahal…recyclebin kan saja lebih bagus, ruang lega…udara bersih dari ‘AROMA BEKAS’ dan …semua akan menjadi awal hari baru….
Libur besok yuk, kita buangin yang emang ga manfaat…apalagi kalau bisa manfaat bagi orang andainya kita buang..keren kaleee… yuk ? otre ? kita bebenah besok kan libur ?
kayaknya tergantung pribadi masing2 deh…
kalo memang sayang..relakan aja,daripada di tahan..di simpan,..yg berlalu biarkan berlalu, songsong hari esok yg lebih baik.
toh.. yg kamu simpan benda miliknya, tak akn merubah apapun dlm hidupmu???
apalagi, benda yg tak ada nilai nya………….:P
menyimpan brg org yg tlah mati bukan berarti tidak menerima kenyataan tetapi kita merasakan betapa dekatnya kita dgnya.sedikit mengobati rindu bahkan menghibur kita karena aku sangat menyayanginya.meskipun raganya telah pergi tapi jiwanya ada pada kita.kit atidak tahu tapi dia bisa melihatnya kita hanya bisa merasakan kehadiranya