Jaman dahulu banyak orang Arab, jual kain sampai ke pedesaan.
Kain berbagai citra telah dipotong dalam satuan ukuran kayu. Umumnya tiap potong berukuran tiga kayu. Penjual menetapkan satu kayu adalah satu meter, padahal yang sebenarnya hanya satu yard (+/-0.9144 m). Jadi tak usah dipertanyakan kenapa si penjual kain banyak untungnya.
Cara menjualnya unik, melayani sistem tunai juga kredit dan dibarengi ucapan seperti berikut ; beli kembali mahal harga, dijamin tidak susut, ditanggung tidak luntur. (ketiganya jangan baca dari belakang, ya).
Jika angsuran kredit mulai seret, maka penjual biasanya meminta jaminan benda yang dapat ditebus kembali oleh pemiliknya di kemudian hari.
Pada masa panen raya, umumnya banyak pembeli yang menebus barang jaminan. Nah, pada saat itu jugalah si penjual memanfaatkan momentum banting harga. Khusus untuk kain yang ukuran panjangnya antara 4 sampai 5 kayu per potongnya.
Pembeli yang dasarnya memiliki tenggang-rasa besar (maklum Wong Jowo), biasanya tak kuasa menolak tawaran si penjual. Apalagi, memang sedang punya uang lebih.
Setelah membeli, baru terpikir. Mau diapain kain itu.? Untuk satu kelebihan, dua kurang.
Pikir punya pikir, teringat kata si Arab penjual; banyak kain, banyak pahala.
Maka jadilah jilbab..
Ada yang mau protes ?
Silahkan, sama nenek aku ya ! Terima kasih.
No related posts.
Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.
Silahkan gunakan form di bawah ini untuk ikut berdiskusi. Semua komentar memerlukan approval admin sebelum ditampilkan.
Banyak org Arab jualan kain
1 meter = +/-0.9144 m
luntur tidak ditanggung, susut tidak dijamin, harga mahal kembali beli
kain yang lebih jadilah jilbab
bagaimana dengan di negara Arab, apakah kain lebih dijadikan burka ?
Mbak Jenny yang cantik dan suka musik,
kan saya pernah bilang ngapain memposting pertanyaan yang hanya akan membuat anda terlihat bodoh.
INGAT, asumsi yang tanpa dilandasi suatu argumen yang berdasar evidence based theory yang memiliki validitas dan reliabilitas hanya akan dianggap sampah manakala kita berada dalam wacana ilmiah.
ohh gitu….
> Untuk satu kelebihan, dua kurang.
Untuk satu, dibuat pakaian kayak biasanya
Sisanya, untuk kudung atas
Mungkin maksudnya pakaian biarawati itu, mbak
Kalo pakaian jilbab, kurang..
Jangan protes sama nenek.
Tapi protes sama yang ngarang cerita ini, udah terkenal tukang kibul n gak pinter!
hehehehehe weleh cerita nya kayak menceritakan diri sendiri aja deh .
Alhamdulillah…saya masih diberikan umur panjang untuk membaca postingan dikau lagi.
Ini kebohongan yg keberapa kali ya, setelah sebelumnya mau mengadakan fashion show di pintu air?
Jangan ngeboong terus ya…tar dimarahin mama lho.
hahahahahaha…..
mao protes aah ..
eeh nenek nya tinggal dimana?
Inti ceritanya apa?
=wenhsieyang=
Kebetulan waktu itu Injilisasi juga tengah berlangsung. Maka Romo ikut-ikutan beli banyak pada si Arab untuk jilbab suster-susternya. Si Arab tambah senang ternyata kain dibeli banyak untuk di kirim ke seluruh pusat penginjilan nusantara. Benar tuh cerita nenek (wong Jawa ya ?).
SEMOGA NENEK ANDA dan ANDA MASUK diBERI AZAB yang SETIMPAL oleh ALLAH SWT!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
SEMOGA NENEK ANDA dan ANDA MASUK diBERI AZAB yang SETIMPAL oleh ALLAH SWT!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
SEMOGA NENEK ANDA dan ANDA MASUK diBERI AZAB yang SETIMPAL oleh ALLAH SWT!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
SEMOGA NENEK ANDA dan ANDA MASUK diBERI AZAB yang SETIMPAL oleh ALLAH SWT!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
SEMOGA NENEK ANDA dan ANDA MASUK diBERI AZAB yang SETIMPAL oleh ALLAH SWT!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
SEMOGA NENEK ANDA dan ANDA MASUK diBERI AZAB yang SETIMPAL oleh ALLAH SWT!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
AMIN