Skip to content


Asuransi Jiwa Tradisional Manakah Yang Preminya Murah Tp Bagus?

saya sudah cari beberapa asuransi jiwa, ada yang preminya mahal tp juga ada yg murah. Ada yg punya pengalaman or referensi asuransi jiwa yg bagus & murah?

No related posts.

Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.

Posted in Keuangan. Tagged with .

Silahkan gunakan form di bawah ini untuk ikut berdiskusi. Semua komentar memerlukan approval admin sebelum ditampilkan.

  1. Andra D said

    Jenis produk asuransi itu banyak, Bu…Murah atau mahalnya sebuah produk asuransi biasanya sangat tergantung sama jenis produknya…produk asuransi itu biasanya secara umur terbagi atas whole life (seumur hidup), endowment (jangka menengah) dan term/pure insurance (berjangka)…diantara ketiga ini yang paling murah adalah term, kemudian diikuti oleh whole life dan terakhir endowment……kenapa term itu murah? karena preminya hangus dan tidak ada nilai tebus kalo berhenti ditengah jalan..sedang pada pada whole life ama endowment ada nilai tebus…dan endowmen paling mahal karena ada unsur tabungan di dalamnya…..Diluar ketiga produk ini ada produk unit linked…biasanya produk dasarnya adalah term (berjangka 1 tahun dan kemudian diperbarui setiap tahun)..biaya2nya diambil dari account balance kita pada produk ini…lebih sedikit transaparan jika dibandingkan ama ketiga jenis asuransi diatas…
    Jadi mahal atau murahnya itu tergantung produk….dan untuk jenis produk yang sama antar perusahaan asuransi biasanya preminya ga jauh beda kok…..Yang penting, beli sesuai kebutuhan……Kalo beli produk yang salah dan tidak sesuai kebutuhan, maka Anda pasti akan merasa kemahalan bahkan mungkin rugi hehehe..itu aja..mudah2an membantu….

  2. ahmadsma said

    MAU NYA AJA ENEK TERUS

  3. Reza said

    Sesuai dengan pertanyaannya, asuransi jiwa tradisional yang murah jelas adalah asuransi term karena hanya melindungi dalam kurun waktu tertentu saja. Bisa 1 tahun dan diperpanjang kembali tahun berikutnya. Atau bisa juga kontrak secara berkala, yaitu 5 tahun, 10 tahun, 15 tahun, dan 20 tahun dan dapat diperpanjang kembali setelahnya.

    Untuk melengkapi apa yang sudah dibahas Andra di atas, saya coba terangkan sekali lagi.

    Asuransi Jiwa secara garis besar terbagi 2, yaitu asuransi jiwa tradisional dan asuransi jiwa unit link.

    Asuransi jiwa tradisional dibagi dalam 3 kelompok, yaitu term life, whole life, dan endowment.

    Term Life merupakan asuransi jiwa yang paling dasar dan hanya memberikan perlindungan dalam kurun waktu tertentu saja. Bila Tertanggung meninggal pada masa asuransi, maka Penerima Manfaat berhak mendapatkan Uang Pertanggungan sesuai dengan yang tercantum dalam polis. Sementara bila Tertanggung meninggal setelah masa asuransi selesai maka Penerima Manfaat tidak akan menerima apa-apa. Pada produk ini tidak terbentuk Nilai Tunai. Jadi bila Tertanggung berhenti di tengah kontrak atas kehendak sendiri, maka Tertanggung tidak akan mendapatkan apa-apa.

    Whole Life merupakan jenis asuransi jiwa seumur hidup. Biasanya produk jenis ini akan memberikan perlindungan kepada Tertanggung sampai dengan usia 90 s.d. 99 tahun. Pada produk ini terbentuk Nilai Tunai yang dapat digunakan Tertanggung sebagai Dana Darurat atau bila dalam keadaan mendesak. Biasanya Tertanggung tidak diharuskan membayar selamanya. Dengan kata lain, pembayaran preminya hanya berkala seperti 5 tahun, 10 tahun, 15 tahun, dan 20 tahun. Ada juga produk asuransi whole life yang mengembalikan yang telah disetorkan.

    Endowment. Asuransi jenis ini disebut juga Asuransi Dwiguna. Asuransi ini memberikan perlindungan untuk masa2 tertentu. Biasanya memberikan tahapan-tahapan dana yang dikeluarkan kepada Tertanggung. Contoh asuransi ini adalah asuransi pendidikan.

Some HTML is OK

(required)

(required, but never shared)

Komentar anda tidak akan langsung tampil.